Written by 1:43 pm HotgetNews Views: 2

Komentar Nova Arianto Usai Indonesia U-17 Kalah

Komentar Nova Arianto Usai Indonesia U-17 Kalah

Komentar Nova Arianto menegaskan sikap dan kerja keras Indonesia U-17 tetap patut diapresiasi selepas kekalahan 0–4 dari Brasil U-17 di Aspire Zone, Qatar, Jumat 7 November 2025. Nova menyebut tim tampil lebih berani dibanding laga pembuka, tetapi akurasi operan dan pengambilan keputusan masih kerap mengundang tekanan balik. Rencana permainan untuk menahan arus awal Brasil sempat goyah, dan tiga gol di babak pertama membuat momentum sulit dibalikkan.

Di babak kedua, laju Brasil U-17 menurun, namun Indonesia U-17 gagal memaksimalkan ruang transisi dan peluang bola mati. Fokus bertahan membaik, tetapi kualitas sentuhan terakhir dan keputusan umpan vertikal belum konsisten. Dalam evaluasi awal, Nova menekankan pentingnya ketenangan pada fase build-up agar kehilangan bola tidak berulang di area berbahaya menjelang laga penentuan berikutnya.

Kronologi, Detail Teknis, dan Titik Balik

Brasil U-17 menekan sejak menit awal lewat pressing tinggi, memaksa Indonesia U-17 melakukan umpan panjang yang mudah dipatahkan. Gol cepat memperlebar jarak psikologis; lini tengah Indonesia kehilangan kontrol sirkulasi dan kedalaman, sementara sayap lawan menang pada duel 1v1. Ketertinggalan 0–3 di jeda membuat strategi babak kedua bergeser ke penataan blok pertahanan lebih rapat dan mencari momen serangan balik yang aman. Dalam narasi ini, Komentar Nova Arianto menilai keberanian anak-anak asuhnya sudah pada jalur benar, namun detail teknis belum selevel lawan.

Perubahan di interval—penyesuaian jarak antarlini dan opsi second ball—membuat fase bertahan Indonesia U-17 lebih solid. Meski demikian, progresi ke sepertiga akhir masih kurang halus, terutama ketika harus memutuskan menembak cepat atau melebar ke sisi weak. Komentar Nova Arianto menyebut latihan intensif untuk akurasi operan 10–15 meter, pola third-man run, serta pengambilan keputusan di kotak penalti menjadi prioritas. Sementara itu, manajemen emosi pascagol dan disiplin posisi gelandang jangkar dipetakan sebagai kunci mengurangi gelombang tekanan.

Baca juga : Empat Diaspora di Timnas U-17: Alasan dan Dampak

Peluang Indonesia U-17 menuju 32 besar tetap terbuka melalui jalur peringkat tiga terbaik, dengan syarat meraih poin pada laga terakhir dan memperbaiki selisih gol. Variabel penting mencakup produktivitas ofensif, disiplin kartu, serta kemampuan menjaga game state saat unggul/imbang. Di titik ini, Komentar Nova Arianto menekankan keseimbangan antara keberanian menekan dan kalkulasi risiko, terutama pada 15 menit awal dan 15 menit akhir yang kerap menentukan arah hasil.

Agenda perbaikan jangka sangat pendek mencakup set-play ofensif yang lebih variatif, rest defense yang siap menghadapi counter, serta komunikasi bek–gelandang saat menghadapi half-space runners. Komentar Nova Arianto juga menyoroti perlunya game management: kapan menahan tempo, kapan menambah pemain di kotak, dan kapan memaksa pelanggaran taktis yang aman. Dengan fokus pada akurasi, keputusan di sepertiga akhir, dan efektivitas bola mati, Indonesia U-17 masih memiliki jendela untuk memetik poin serta menjaga asa lolos ke fase gugur.

Close