boca vs benfica, piala dunia antarklub 2025

Boca vs Benfica Ricuh, VAR dan 3 Kartu Merah di Piala Dunia 2025

Piala Dunia Antarklub 2025 menghadirkan beragam cerita dramatis di lapangan hijau. Salah satu laga yang menarik perhatian publik terjadi saat Boca Juniors menghadapi Benfica. Selain hasil imbang 2-2, pertandingan ini menjadi sorotan karena adanya tiga kartu merah serta peran penting teknologi VAR dan sejumlah inovasi baru yang diuji FIFA.

VAR Berperan Kunci: Ander Herrera Diusir

Insiden menarik terjadi ketika mantan gelandang Manchester United, Ander Herrera, kini bagian dari staf Benfica, harus menerima kartu merah meskipun tidak bermain di lapangan. Ketika VAR memberikan penalti untuk Boca Juniors karena pelanggaran Nicolas Otamendi, Herrera melancarkan protes keras dari area teknis. Akibat reaksinya yang berlebihan, VAR melaporkan insiden tersebut ke wasit, yang akhirnya mengusir Herrera keluar lapangan.

Kejadian ini menjadi bukti bagaimana VAR kini bukan hanya mengawasi keputusan dalam permainan, tetapi juga perilaku staf di pinggir lapangan.

Dua Pemain Diusir Akibat Pelanggaran Keras

Selain insiden Herrera, laga panas ini juga menyaksikan dua kartu merah langsung untuk pemain. Andrea Belotti dari Benfica menerima kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya di menit ke-70. Beberapa menit jelang pertandingan usai, giliran bek Boca Juniors, Jorge Figal, yang diusir akibat pelanggaran keras.

Akumulasi tiga kartu merah dalam satu laga ini menunjukkan ketegangan tinggi yang terjadi dalam turnamen bergengsi antar klub dunia ini.

FIFA Uji Inovasi Wasit: Ref-Cam hingga Offside Semi-Otomatis

Selain kehadiran VAR, FIFA memanfaatkan Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai ajang uji coba inovasi perwasitan terbaru:

1. Ref-Cam

Wasit utama mengenakan kamera kecil di kepala (ref-cam) yang merekam sudut pandang langsung dari wasit. Meskipun rekaman ref-cam ini tidak ditampilkan secara real-time ke penonton, FIFA menggunakannya untuk bahan evaluasi wasit serta dokumentasi pembelajaran.

2. Aturan 8 Detik untuk Kiper

FIFA menerapkan aturan baru, yaitu kiper hanya diperbolehkan memegang bola maksimal 8 detik sebelum mengoper atau melepaskan. Aturan ini bertujuan mempercepat tempo permainan dan meminimalisir pemborosan waktu.

3. Offside Semi-Otomatis

Teknologi offside semi-otomatis yang sudah diuji di beberapa turnamen kini dipakai secara konsisten. Dengan bantuan sensor khusus dan analisis data secara cepat, keputusan offside dapat diambil dalam hitungan detik dengan akurasi tinggi.

Respons Beragam dari Pengamat

Banyak pengamat menilai penggunaan teknologi dalam perwasitan menjadi langkah maju yang membawa keadilan di lapangan. Keputusan cepat dan akurat dari VAR dan offside semi-otomatis meminimalisir kontroversi.

Namun sebagian pihak menilai teknologi ref-cam perlu dikaji lebih dalam agar tidak mengganggu konsentrasi wasit. “Teknologi penting, tapi jangan sampai mengurangi fokus pengadil di lapangan,” ungkap salah satu pengamat wasit FIFA.

Laga Penuh Tekanan di Turnamen Elit

Piala Dunia Antarklub 2025 mempertemukan klub-klub elite dari berbagai benua. Tekanan tinggi dalam setiap laga membuat insiden kartu merah bukan hal yang mengejutkan. Dalam laga Boca kontra Benfica ini, adu taktik ketat dan tensi pertandingan tinggi menjadi faktor utama munculnya banyak pelanggaran keras.

Selain mempertemukan dua tim besar, turnamen ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan peraturan baru yang dirancang FIFA untuk mengantisipasi kemajuan teknologi sepak bola.

Implikasi Bagi Sepak Bola Global

Inovasi yang diuji di Piala Dunia Antarklub 2025 bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari rencana FIFA menghadirkan standar baru dalam dunia sepak bola modern. Jika hasil pengujian positif, besar kemungkinan berbagai kompetisi internasional hingga liga-liga domestik akan mengadopsinya dalam waktu dekat.

Penerapan offside otomatis, ref-cam, dan aturan percepatan tempo bermain akan membawa sepak bola ke era baru yang lebih transparan, adil, dan menarik bagi penonton.


Laga dramatis antara Boca Juniors dan Benfica menjadi simbol bagaimana Piala Dunia Antarklub 2025 tak sekadar menampilkan persaingan antar tim, tetapi juga menjadi panggung pengujian teknologi perwasitan terbaru FIFA. VAR, tiga kartu merah, hingga inovasi ref-cam menandai babak baru dalam perjalanan sepak bola modern.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *